Header Ads

Booking.com

Nikmati Fresh Seafood Di Bagan Percut

Menikmati sensasi makan siang di salahsatu kawasan kampung nelayan di Deli Serdang. Tepatnya di kawasan Bagan Percut, Sei Tuan di Sumatera Utara. Ini merupakan perjalanan pertama saya menikmati makan siang disana. Bertepatan dengan hari libur akhir pekan, jadi saya berkesempatan mengajak keluarga untuk menyantap hidangan seafood dengan pemandangan muara serta pesona tingkah flamingo diantara hutan mangrove.

Persiapan menuju Bagan Percut

Semangat akhir pekan, mau hunting makanan laut  
Dukungan cuaca cerah siang ini kami memutuskan untuk memilih tempat makan dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan dengan mobil dari pusat Kota Medan. Masuk dari jalur pintu tol Amplas menuju pintu keluar tol Cemara. Demi menghemat banyak waktu kami menganjurkan anda melalui jalur tol agar tidak terlalu lelah di perjalanan sementara perut sudah keroncongan. Nggak asik juga 'kan sesampainya disana kondisi badan sudah lelah, mau makan apa aja sudah tak selera lagi. 

Setelah keluar dari pintu tol Cemara ikuti terus jalan hingga bertemu dengan persimpangan. Perempatan dimana terdapat pom bensin dan tempat makan KFC Cemara. Arah tujuan belok kanan menuju Percut Sei Tuan. Eh! Kalau tak jelas jangan sungkan awak untuk bertanya! Ikuti teus jalan utama ini. Hingga menemukan sebuah gapura khas kawasan Deli Serdang. Ini berarti anda tidak tersesat atau salah jalan, jangan pula nantinya masuk jalur kawasan Cinta Damai.

Dipersimpangan dan istirahat sejenak

Sudah mulai tak sabar untuk bisa cepat sampai

Kondisi jalanan tenang walau akhir pekan
Apapun jenis kendaraan matic atau manual, kayaknya tempat ini (kawasan gapura) cocok juga dijadikan tempat rehat sejenak meluruskan badan agar tidak kumat sakit pinggang dan betis kejang-kejang. Maklumlah awak 'kan bukan supir luar kota. 

Setelah masuk jalan ini dan ikuti terus jalan utama saya rasa tidak akan tersesat. Karena ujung jalan utama ini adalah lokasi kampung nelayan alias tempat pelelangan ikan segar di Percut Sei Tuan. Wah! Kayaknya kami juga udah nggak sabar mau makan ikan pakai nasi.

Ayo belanja menu laut

Persiapan turun ke pasar ikan

Pilih-pilih sesuai selera

Kerang yang asik bila direbus

Berbagai hasil tangkapan para nelayan

Cocok sekali buat yang hobi panggang memanggang

Udang segar buat ngiler

Cumi-cumi cuma kamu
Hingga akhir jalan dan bukan akhir perjalanan, kami berhenti dan memarkirkan mobil di areal tempat pelelangan ikan (TPI) di perkampungan nelayan, Bagan Percut di Sei Tuan. Banyak pilihan lapak parkir disini dengan satu harga tarif parkir kendaraan. Untuk mobil pada hari libur akan dibanderol IDR 20.000; dan bila hari kerja/biasa maka akan dikenakan tarif nomal IDR 15.000;/mobil.

Disini kami tidak akan makan atau mencari rumah makan, karena kami akan melakukan perjalanan selanjutnya. Kami memilih warung terapung sebagai lapak makan siang hari ini. Untuk menuju kesana menggunakan perahu kayu tradisional nelayan setempat. 

Di tempat pelelangan ikan (TPI) biasanya pengunjung akan belanja untuk dibawa akan dinikmati nantinya di warung terapung. Walaupun disana (warung terapung) juga menyediakan hasil melaut para nelayan tetapi kami lebih memilih beli di tempat pelelangan ikan (TPI) ini. Lebih memuaskan karena harganya lebih murah dan banyak pilihannya dan sesampai di warung terapung nantinya akan ada jasa memasak semua bahan hasil laut yang kita punya.

Silakan masuk ke areal tempat pelelangan ikan ini untuk mendapatkan perahu menuju warung terapung. Kami dengan 2 dewasa beserta 2 anak-anak di patok tarif IDR 50.000 dan pembayaran dilakukan setelah pulang dari warung terapung nantinya, jadinya tarif tersebut berlaku untuk pergi dan pulang. Dengan jarak tempuh perjalanan sekitar 15 sampai 20 menit.

Diatas perahu menuju warung terapung

Perjalanan yang manja

Suasana bahagia diatas perahu 

Tertarik pada satu pandangan
Keliling naik perahu

Naik perahu keliling menjadi aktivitas pengunjung

Buat yang hobi memancing dapat dilakukan disini
Akhirnya kami sampai di sebuah warung dengan bangunan papan atau kayu yang sederhana. Berada di muara dengan pemandangan hutan mangrove. Semua pengunjung termasuk kami membawa belanjaan berupa hasil tangkapan nelayan yang didapat dari tempat pelelangan ikan (TPI) tadi. Di warung ini terdapat jasa memasak dengan tarif IDR 15.000;/kilo. Ini yang menjadikan banyak pengunjung ramai datang ke warung terapung ini. Jasa memasaknya tergolong murah, dengan suasana udara lepas dalam menikmati menu seafood yang segar.

Menikmati suasana

Udang goreng

Ikan sembilang 

Menikmati rasa puas dan rasa kenyang
lokasi warung terapung
Warung terapung ini juga menyediakan nasi putih serta cemilan pendamping menu makanan yang telah dimasak. Buka mulai dari pukul 8 pagi hingga pukul 6 sore. Jadi pengunjung tidak perlu ragu untuk dapat berkunjung ke warung terapung yang berada di muara di Percut Sei Tuan ini.




Setelah kami puas dengan santapan menu segar makanan laut. Untuk dapat kembali lagi ke pasar tenyata kami haus menunggu perahu yang kami tumpangi tadi. Karena biasanya tidak lebih dari 2 jam setelah kami tiba di warung terapung perahu pun akan datang menjemput tiap pengunjung. Selain kenyang kami juga dapat menikmati suasana tanpa harus terburu waktu.

Pengalaman makan di warung terapung ini menjadikan hiburan kami di akhir pekan kali ini. Bersama keluarga dengan anak-anak merupakan satu momentum menyenangkan. Makan hasil laut yang masih segar yang langsung dapat dinikmati tanpa harus repot untuk membawa perlengkapan memasak dan yang pasti rasa puas karena semua menu kita bebas memilihnya.
Diberdayakan oleh Blogger.